December12010

update update!

Halo semua!

Setelah beberapa waktu sempat vakum, pikiran saya selalu terganggu dan terbagi dua, antara pekerjaan pribadi saya dengan dengan adanya keinginan untuk terus me-review teman-teman #30harimenulis. Setiap saya buka tumblr ini, sedikit miris rasanya karena harus menyerah karena harus menelantarkan #30harireview. Bagaimanapun juga, keinginan untuk mengapresiasi teman-teman #30harimenulis ini tetap ada. Maka, mari kita mulai kembali sedikit demi sedikit. Yang belum saya review, sabar ya!


Ini dia perkembangan dari proyek #30harimenulis:

1. Dengan bantuan Sundea Belaka, saya dan wanita unik yang selalu mengingatkan saya akan ceria-nya matahari ini sama-sama mengasuh rubrik #30harimenulis dan memberikan apresiasi berupa “Posting Pilihan” beserta hadiah dari salamatahari. Siapa saja yang menang? Hadiah apa yang diberikan? silakan kunjungi: www.salamatahari.com

2. Misi #30harimenulis ini adalah misi seumur hidup, silakan mulai kapan saja, jadi, kalau ada yang bertanya, “Kak, masih bisakah ikutan #30harimenulis?” , tentu saja bisa dong!


3. Pertemuan teman-teman #30harimenulis masih pada tahap perencanaan. Tentu saja jika ada perkembangan akan diinformasikan pada blog ini.


Tetap semangat!

-Maradilla Syachridar-

November42010

#18 Eric Wirjanata

I bring my camera phone almost everywhere, and these are the results. To documenting my daily life in a photographs. — Eric Wirjanata

He writes about music. He makes doodles and casual drawings.

Sebuah pengecualian, untuk apapun, biasanya diberikan ketika seseorang memberikan sesuatu yang berbeda. Dan kali ini, saya akan memberikan pengecualian kepada pria yang satu ini karena walaupun tulisan-tulisannya yang termasuk “singkat” pada postingan-postingannya, namun keberhasilannya dalam memberikan tema yang berbeda.

Pernahkah melihat gambar yang bisa bercerita? Well, saya pikir, itulah yang ada dalam benak saya ketika saya mengikuti misi #30harimenulis-nya.

day #27 : untitled

I know certain people would ask you favors, and knowing that they won’t do any favors for you back was sometimes broke your heart. It’s the price you have to pay to be a kind persons, and as a kind persons you shouldn’t expecting any favors back, even if sometimes you put a lot of efforts for everything you’ve done.

what?

atau

day #29 - Brush

I paint all day, mostly on figures.
I’ve painted three figures and sculpting a couple new figures today.
Will post them up soon.

And now i’m ready to sleep, and will welcoming the 10.10.10 in a few hours.

Dari tema yang dia usung, saya jadi mengerti, mengapa akhir-akhir ini ada banyak jenis #30hari, seperti #30harimenggambar, #30hariminumjus, #30harigowes, dll (silakan check hastagnya di twitter).

Maybe it’s really contagious :)

visit: http://serenitysnapshot.blogspot.com/

November22010

#17 Hanifa Paramitha Siswanti

 Click on people’s faces in the photo to tag them.  

Manis.

Dari penampilan, maupun dari segi tulisan. Hanifa Paramitha Siswanti atau Paramitha Ifa, dari latar belakang pendidikannya, wanita yang satu ini memang cocok jika menjadikan misi #30harimenulis-nya menjadi jurnal yang menceritakan bukan hanya kehidupan sehari-harinya, namun juga hal-hal yang bersifat hmmm apa ya. Journalism material? (sulit mencari sebutan yang pas untuk menggambarkan misinya).

Tulisannya tidak nyinyir, tapi tidak kelewat manis seperti teh dengan takaran gula yang berlebihan. Beberapa tulisannya merupakan hasil laporan pandangan mata (Dalam beberapa postingan wanita ini memang memperlihatkan kemampuannya untuk menulis tulisan ala reporter), dan ada juga yang memperlihatkan kemampuan baiknya dalam membuat prosa.

Lalu mengapa saya mengatakan tulisannya “manis”?

Ini dia contoh tulisannya di hari ke-20 yang bercerita mengenai Pak Pos:

dengan kotak-kotak oranye setinggi orang dewasa yang teronggok kedinginan di pinggir jalan penuh peluh,
dengan box mungil bertuliskan KOTAK POS di muka pagar rumah yang malah dipenuhi bungkus permen warna-warni,
dengan para prangko yang bertumpuk di laci cokelat ruangan penuh sarang laba-laba di setiap sudut mejanya,
dengan jutaan email yang lalu lalang setiap saat di setiap hari dalam dunia digital yang semakin padat,
dengan kartu lebaran yang menjelma menjadi pesan klasik nan singkat dalam telepon genggam dengan fasilitas send all, dan
dengan kenangan berjudul SAHABAT PENA yang kerap ditunggu demi sebuah perkenalan antar wilayah teritorial,

bagaimana kabarmu hari ini, Pak Pos?


Tidak nyinyir. Tapi juga tidak memberikan kesan senyum palsu. Saya rasa, tidak berlebihan jika membaca tulisan-tulisannya, akan jatuh cinta pada pandangan pertama :)

visit: http://anakajaip.multiply.com/

October312010

Day#16 : Wiraldi Kurniadi

Random lunatic. Sarcastic spectator. Mello-dramatic. Socio-path. Lifetime learner.

Wiraldi Kurniadi.
Terus terang, saya cukup terkejut dengan kemampuannya mengolah kata dan membuatnya menjadi satu tulisan fiksi yang indah (Setelah sebelumnya saya pernah dikejutkan dengan suara super aduhai a la Rhoma Iramanya ketika kami berkaraoke bersama) . Pria ini lebih tersohor dengan nama Byusyem, dan misi #30harimenulisnya saya kategorikan sebagai fiction, atau flash fiction (walaupun adapula beberapa tulisannya yang merupakan tulisan ilmiah). Ketekunannya dalam menjalankan postingan-postingannya bisa dilihat dari panjangnya cerita, yang memang sangat jauh dari kata “ala kadarnya”. Byusem adalah salah satu peserta misi ini yang sangat apresiatif, dengan hasil tulisannya pula yang berbobot.

Simak tulisannya di hari ke-20:

BURUDUL KELEK

Posted by Wirk @ByuSyem
Di setiap lingkungan pertemanan, pasti ada satu kata yang hanya dimengerti oleh anggota kelompok itu. Di kelompok saya, salah satu kata yang cukup terkenal adalah “Burudul Kelek”, “Burudul” itu artinya banyak dan terus menerus, dan “Kelek” itu artinya ketiak, tetapi di sini konteksnya lebih ke arah bulu ketiaknya. Jadi, “Burudul Kelek” itu mengacu pada sesuatu yang banyak dan ada terus seperti bulu ketiak. Oh, iya, kata ini cuma bisa digunakan oleh orang Sunda saja ya. :D

Misalkan, seorang kawan sedang memainkan melodi gitar Paul Gilbert yang terkenal dengan kecepatan jarinya, maka ketika dia bermain gitar kita semua akan berkata, “Ajih, burudul kelek euy melodi maneh” yang artinya sama saja dengan “Gila, hebat banget lo melodinya!”

Atau ketika mendatangi suatu pensi, lalu ada teman yang bertanya “Kumaha euy anu daratang? Loba teu? (Gimana yang datang? Banyak nggak?), kita biasanya akan menjawab dengan “Murudul kelek, Bray! Rea pisan!” (Murudul kelek, Bray! Banyak banget!)

Nah, sebenarnya kata itu diambil dari sebuah cerita. Jadi begini ceritanya..

Pada suatu hari di kota Bandung, hiduplah dua orang pemuda. Mereka adalah si Abdul dan si Alek. Mereka berdua adalah mahasiswa universitas negeri terkenal di kota itu, tinggal di sebuah rumah kontrakan yang terdiri dari 2 kamar tidur, 1 dapur, dan 1 kamar mandi.

Kecil memang, tetapi cukup untuk menjadi tempat mereka bernaung. Takdir telah mempertemukan mereka di rumah itu. Dua lelaki bujang tinggal berdua dalam satu atap tentulah tidak mudah, tetapi mereka hidup rukun. Sampai pada akhirnya pertengkaran kecil terjadi.

***

Hari itu mereka harus kuliah pagi. Alek kuliah jam 7 pagi, sedangkan Abdul kuliah jam 8 pagi. Semalam mereka habis begadang nonton bola sehingga telat bangun. Meski kuliah jam 8 pagi, Abdul bangun lebih cepat daripada Alek, waktu menunjukkan pukul 06:55. Perut mules membuat dirinya terpaksa bangun lebih cepat. Segeralah Abdul menuju kamar mandi untuk setoran.

Belum lama masuk ke kamar mandi, Alek bangun dari tidurnya. Dia tersentak melihat angka yang ditunjukkan oleh jarum jam. Alek pun berlari menuju kamar mandi. Dia membiasakan diri harus mandi sebelum keluar rumah, tetapi sayang kamar mandi saat itu dikuasai oleh Abdul. Alek pun menggedor pintu kamar mandi.

“Dul, burukeun euy! Aing telat kuliah yeuh!” Teriak Alek.

“Hmm.. Kalem keudeung deui..” Kata Abdul datar.

“Atuh, Dul. Burukeun! Aing geus telat pisan yeuh!” Alek terus menggedor pintu kamar mandi.

“Enya, kalem, Lek. Keudeung deui rajana kaluar yeuh.” Abdul menjelaskan, meminta Alek untuk bersabar.

Alek geram, dia membabi buta menggedor pintu kamar mandi sambil berteriak, “BURU, DUL!!!”

Abdul masih menghayati pertempuran dengan perutnya cuma menjawab, “NGKE, LEK!”

“Buru, Dul!”

“Ngke, Lek!”

“Buru, Dul! Desak Alek.

“Ke, Lek!” Teriak Abdul dari dalam kamar mandi.

“Buru, Dul!”

“Ke, Lek!”

“Buru, Dul!

“BURUDUL KELEEEK!!!” Teriak Abdul dari dalam kamar mandi. “RAJANA KALUAR REA PISAN!!!” Lanjutnya. Beberapa saat kemudian Abdul pun keluar dari kamar mandi tak menghiraukan Alek. Sejak saat itu pertemanan mereka rusak.

****

Dan sampai detik ini, saya masih menunggu pria yang satu ini membayar janjinya berupa keripik maicih yang level 5 :))))

visit: http://byusem.blogspot.com/

October282010

Day#15 Aulia Naratama

Marketer, music business, synthezer, down tempo, lego builder

Pernahkah kita mengenal seseorang hanya dari tulisan-tulisannya? Pasti pernah dong. Itulah yang saya alami ketika saya membaca postingan-postingan seorang Aulia Naratama. Sebelumnya memang saya tidak mengenal pria ini secara langsung, tapi namanya memang sudah familiar di telinga saya. Dan setelah membaca tulisan-tulisannya, saya jadi lebih banyak mengetahui pribadinya.

Satu lagi, banyak postingannya yang juga (niat) diposting dari blackberry! Saya jadi ingat dulu, misi saya pribadi, juga pernah dikerjakan dan dipostng dari blackberry, karena pada saat itu saya sedang berada di Karimun Jawa.


Day #27: Pilih Mana?

Photobucket



Banyak orang mengeluh dengan pekerjaannya belakangan ini. Mengeluh terhadap atasannya lah, pressure pekerjaan, politik kantor dan masih banyak lagi. Yang sedang mengalami hal seperti itu, paling tidak ambil seg positifnya saja: masih mempunyai pekerjaan.

Menurut gue, stress karena pekerjaan jauh lebih baik dibanding stress karena tidak punya pekerjaan,

Ramadhan kemarin, pekerjaan yang gue jalanin ini sedang melewati masa sulit. Bahkan gue yang menjadi double agent di 2 industri berberbeda saat itu mengalami masa sulit berbarengan: minim project. Dan bisa dibilang tidak ada project sama sekali. Karena itu gue mulai mengeluh. Singkatnya, stress. Titik cerahnya baru dimulai awal bulan ini, dan mudah-mudahan di pertengahan bulan ini bisa menuai hasil (baca: cuwan). Malah bisa dibilang sekarang pekerjaan datang berbondong-bondong dan cenderung bikin pressure meningkat. Dan tiba-tba mulai mengeluh terhadap si pressure ini. Lagi-lagi stress.

Dengan menulis tulisan ini, gue ingin memilih. Dan ini pilihan gue: LEBIH BAIK STRESS KEBANYAKAN KERJAAN


Ahuy



(Ditulis dan diposting melalui Blackberry sebelum maraton meeting dan presentasi dimulai!)

Aulia Naratama memang satu diantara mereka yang memilih tema keseharian untuk misi #30harimenulisnya, berawal dari tantangan yang diajukan oleh Dimas Ario, akhirnya dia bisa menceritakan kehidupannya seputar ketertarikannya pada lego, pada musik, dan hal-hal lainnya. Dengan gaya bahasa santai, dan beberapa posting yang memuat informasi-informasi kecil dan opini-opininya, tulisannya dikemas dengan ringan dan menyenangkan untuk dibaca.

visit: http//selectapop.multiply.com

4AM

Day#14 Sam D Putra

Sammy

IT Entrepreuner, part time lecturer, fiction writer, playing crime investigator. 

Bias. Itu kata pertama yang ada di benak saya membaca tulisan-tulisannya. Ada rasa penasaran yang membawa saya untuk terus membacanya dan membuat saya yang asalnya, ini nyeritain apa ya? sampai akhirnya ber-oooohhh ria. Suatu ketika saya pernah berkomunikasi dengannya, dan dia berkata bahwa selesai dengan misi #30harimenulis ini dia akan membuat sebuah novel, yang kemudian diamini oleh saya.

Pria yang satu ini memang berbakat dalam membuat cerita fiksi yang didasarkan pada pandangan-pandangan kritisnya tentang realita sosial yang ada di kehidupan sehari-hari warga Indonesia. Dan saya menyukai gaya penulisannya yang bermain dengan alur dan twist, sehingga setiap ceritanya selalu memiliki kejutan. 

saya menyukai ceritanya yang ada di hari ke-3, yang bercerita tentang eksekutif muda (saya tidak berani memotong isinya, takut mengurangi esensinya)

Bagai sebuah slow motion lantai demi lantai dilalui. Mulai dari lantai 36, begitu lambat hingga sempat wajah istri dan anakku terbayang di benakku. Sempat juga kulihat sekarang sudah lantai 15. Pernahkah pikiranmu begitu acak? Sekedar berpikir, apakah mungkin punya tombol rewind untuk memutar waktu agar bisa kembali ke lantai 36. Hampir sampai, sekarang sudah di lantai 4, aku berpikir tentang Spiderman, tokoh superhero kesayanganku.

***

Saat  Jam Kerja

Aku begitu terbawa emosi hari ini. Setelah kemarin meraup untung besar dalam perdagangan saham, hari ini semua ludes tak bersisa. Entah kenapa semua perkiraanku secara fundamental maupun teknikal terhadap nilai saham hari ini tidak ada yang benar.

Benar-benar habis tak bersisa, bahkan mobil yang masih terparkir di rumah, yang biasa dipakai istriku, dan mobil yang ada di gedung parkir kantor ini pun sebenarnya sudah bukan milikku lagi. Semua sudah kutukar sebagai modal di pertengahan sesi hari ini.

Apa kataku nanti pada istriku. Dalam sehari aku menjadi orang yang tidak punya apa-apa, hanya hutang yang menumpuk, karena di sesi akhir aku masih mencoba meminjam dari beberapa kolega yang memang sudah sangat percaya padaku.

Hasilnya nihil. Ya sudah malam ini aku pulang ke rumah. Rumah? Rumah siapa? Bukan rumahku lagi.

***

Setelah Jam Kerja

Sumpek dan gerah sekali di ruanganku. Sudah malam dan nampaknya AC gedung sudah dimatikan. Aku berniat merokok dulu di atap gedung, tempat mendaratnya heli. Biasa aku lakukan bila sedang suntuk, memandang gemerlap lampu kota dari atas.

Aku sudah di atap gedung, sambil terus melangkah, kuraih rokok dan pemantik. Angin begitu kencang, rokok tak kunjung berhasil kunyalakan. Tak sadar sampai aku di bibir gedung, yang dibatasi tembok setinggi dada. Pandanganku bisa melihat kebawah, gamang, mengerikan.

Lama termenung bersandar ke tembok itu. Sepertinya esok adalah hari yang sulit, memulai dari minus, bukan lagi nol. Belum lagi semua kebutuhan rumah tangga yang tetap harus dipenuhi, mulai dari kebutuhan sehari-hari, sekolah anak-anak, biaya ini dan itu. Status sosialku juga terlanjur tinggi, apakah aku mampu memulai lagi dari bawah? Apalagi istriku yang sudah sangat termanjakan.

Semua begitu kacau balau di pikiran. Tuduh menuduh. Kenapa terlalu emosi? Kemarin kan sudah menang banyak? Kenapa tidak stop begitu sudah rugi di awal, setidaknya masih ada yang tersisa kan?

***

Esok Pagi

“Koran-koran, korannya Pak? Seorang pria bunuh diri, melompat dari puncak menara.”

Dan jika benar pria yang satu ini berhasil menerbitkan kumpulan cerita fiksinya, saya akan segera pergi dan membelinya saat itu juga, Ditunggu om!

visit: http://samdputra.wordpress.com/

October262010

Day#13 : Miany Dame

She describe herself as:

Not a girl not yet a woman. love music, no- i mean, need music! love fashion. love boys *bah! think her self was an autism. mencintai dan membenci kesendirian dalam saat - saat yang berbeda, kadang bersamaan. Merasa, lebih spesial daripada orang lain suatu waktu dan merasa tidak ada yang mau berteman dengannya di banyak waktu lainnya. Kesepian. freelance di event organizer, sangat mencintai pekerjaan itu, mungkin juga untuk mencoba tenggelam di keramaian, tapi tetap saja Kesendirian setia datang. Dan pengen, pengen banget punya tattoo beneran suatu saat di sepanjang tangan.

Here’s our girl. Pada usianya yang muda, tampak sekali gadis yang satu ini memiliki banyak sekali mimpi dan ambisi. Terbukti dari tulisan-tulisannya, yang lebih bersifat jurnal, yang bercerita tentang kecintaannya terhadap musik, fashion, dan hal-hal yang berbau masa kini. Tulisannya adalah cerminan bahwa fase-fase not-girl-not-yet-a-woman hendaknya dihabiskan tidak hanya dengan berdiam diri, tapi melakukan banyak hal dan memiliki banyak mimpi. Young, and restless.


Katanya Kamus Besar Bahasa Indonesia, Regenerasi itu kayak estafet. memberikan,menyambut,meneruskan.

Masalahnya,
yang tua ngga mau mewariskan?
Gengsi? Takut tersaing,ngga laku,dll?
Atau yang muda terlalu gengsi dan masih berjiwa pemberontak?
Ingin bikin aliran sendiri, gengsi nanya sama yang tua?
Semua kemungkinan ada banget.
Jadinya mandul.

Kreatifitas ngga menurun.mandek.
Berhenti.
Sayang…


Itu adalah contoh tulisannya, yang ada pada postingan ke-24. Dan setelah ia berhasil menjalankan misi #30harimenulis, dia menjadi ketagihan, dan akhirnya membuat misi versi dirinya yaitu #30makesmyday. Satu pesan untuk Mink: Mudah-mudahan semua kreatifitas dan mimpinya tidak akan pernah berhenti sampai kapanpun :)

visit: http://sundaeschocolate.blogspot.com/

October242010

Day#12 : Rizky Mamat

[n1516277285_30227934_5072585.jpg]

Satu hal yang membuat saya sedikit kagum adalah ketekunan teman-teman #30harimenulis yang mengklaim bahwa mereka memang bukan penulis tapi pada kenyataannya tulisan mereka bagus dan berbobot. Sebut saja Rizky Mamat yang mengaku bukan penulis, tapi dengan jenis penulisannya yang penuh dengan kontemplasi membuat saya yang membacanya berpikir, bahwa mungkin sebenarnya mereka yang mengikuti misi ini dan berkata bahwa mereka bukanlah penulis, perlu disadarkan: hey! you are a word smith! 

Saya menyukai tulisan Rizky Mamat karena sesuai dengan judul blognya, “Life Story Teller”, pria yang satu ini terkadang membuat saya berkaca. Tulisannya, walaupun jauh berbeda dengan saya tapi memiliki satu benang merah: seakan acuh tak acuh dengan ketidakmengertian pembaca, namun sebenarnya ingin menyampaikan pesan dengan rendah hati. Dengan topik yang random, kadang ada yang memang sengaja ditulis dengan versi realis, tapi juga kadang membacanya seperti sedang berlabuh dalam pikiran seseorang yang memang tidak memiliki dimensi ruang, walaupun tidak logis tetapi tetap bisa dimengerti. 

Terkadang tulisannya berbentuk prosa, terkadang artikel biasa, atau jurnal. Ini adalah salah satu contoh tulisannya di hari ke-20: 

Sebuah cerita ini datang dari ruang kecil, dimana argumen sangat berbanding terbalik dengan pengetahuan.
Yang banyak pengetahuan lebih nyaman untuk diam.
Yang banyak argumen memandang yang sedikit argumen lebih rendah darinya.
Yang banyak pengetahuan dan banyak argumen, sebuah kombinasi yang bagus namun kadang terlihat mengganggu kenyamanan.
Benturan demi benturan terjadi diantara mereka.

Yang menonton larut dengan emosi.
Ada yang memasang taruhan.
Bandar berkata “yang pintar argumen dan banyak pengetahuan pasti akan menang”
Yang lain yakin bahwa orang yang paling berapi-api akan musnah dilalap apinya sendiri. jadi dia memilih yang banyak pengetahuan tapi lebih nyaman untuk diam.

Sekali dua kali mereka yang bergelut di debat mengerang menyebut nama saya sembari mengucapkan nada tantangan ada yang mengajak ikut berperang.
Dan saya berkata “saya tidak ingin menjadi anggota debat karena saya tidak pandai berargumen dan kurang pengetahuan”

Saya hanya mencoba bersahabat dengan karya, bukan dengan topik debat.
Saya hanya bisa meliput cerita ini.
Tidak ada kata memihak.
Cerita tentang masalah mikroskopis yang tiba-tiba terjangkit gigantisme.


so what do you think? Do you think that he’s not a writer? Well think twice then, because I think he is.

                              visit: http://rizky-muhammad.blogspot.com/

October232010

Day#11 : Teddy Karas Onyskow

Ini dia sang ilustrator kita yang telah berhasil menyelesaikan misi menulisnya dengan gemilang, lengkap dengan ilustrasi-ilustrasinya pada postingan-postingannya. Teddy Karas Onyskow tercatat pernah bersekolah di Desain Komunikasi Visual (2008) Universitas Pasundan dan School of Visual and Art Newyork (2011), dan memilih “Tuan Antilop” sebagai tema misi #30harimenulis-nya.

Antilop? Apa itu? Antilop (menurut wikipedia) adalah mamalia yang bentuknya menyerupai kambing dengan tanduk tegak lurus ke atas, dan terancam punah. Sebuah fakta yang menyedihkan tersebut tercermin dalam tulisan-tulisan Teddy yang bercerita tentang perasaan Tuan Antilop. Ini misalnya (Day-15, “Terkadang”):


Terkadang kita berdiri di depan cermin, memandang diri kita di cermin mulai dari atas sampai ke bawah. Terkadang cermin berbohong kepada kita, Cermin mengatakan kalau kita tidak tampan atau cantik,… Cermin mengatakan kalau kita tidak berarti dimata orang lain,… Cermin mengatakan kalau kita tidak mempunyai sesuatu yang bisa kita dibanggakan,… Kita tidak perlu mendengarkan kebohongan dari cermin itu. Setiap orang pasti memiliki sesuatu yang akan membuatnya bangga terhadap dirinya,… Setiap orang pasti memiliki kecantikan atau ketampanan didalam hatinya masing-masing yang mungkin tidak bisa dilihat oleh orang lain,… Setiap orang pasti mempunyai arti di mata orang lain. Mungkin cermin bisa berkata jujur,… terkadang kita lah yang harus mencari kejujuran dari cermin itu.

Ada kesedihan ya? Tapi semua kesedihan dan kegetiran dalam tulisannya itu ia buat lembut dengan gambar-gambarnya yang menurut saya, sangat manis :) Itulah yang menjadikannya seimbang: tulisan yang cenderung gelap, namun ilustrasinya membuatnya tetap indah.

Jika karya-karya ilustrasinya selama 30 hari dikumpulkan, akan menjadi seperti ini:




kalau disusun seperti ini mirip dengan Tuan Antilop:

Ini dia gambarnya Antilop yang aslinya:





You’re doing great, Teddy! :D

visit:
http://teddykarasonyskow.blogspot.com/

October222010

Day#10 : Erlin Eka Sofyanti

A college student who admiring literature. A coffee lover.

Kecintaannya pada ilmu yang ditempuhnya terbukti dari postingan-postingannya yang memang kebanyakan dalam bahasa Inggris. Dengan cerita-ceritanya, entah berdasarkan kehidupan sehari-harinya ataukah fiksi, selain tulisannya yang memang berbentuk cerita pendek, ia juga menyelipkan opininya terhadap sesuatu hal yang ada di kesehariannya, diselingi kecintaannya pada kopi, dan kepintarannya membuat prosa. Walaupun beberapa kali ia mengaku bahwa ia mengalami writer’s block, keadaan itu ia olah menjadi postingan. Sebuah postingan mengenai writer’s block tentunya juga sebuah hasil karya bukan?

Berikut adalah contoh prosa yang ia buat pada hari ke-26:

 

First day on October

The sun shines brightly

It’s strange to see

Because it should’ve rained this month

 

Then I hear you’ve called my name

I stop and smile when you’re approaching me

Taking a long breath when you start to talk

 

It should be an honor, 

because you always call me when we go home in the same time

 

I remember the first time when I walked in front of you

I wanted to say hi, but didn’t remember the name

In the second time we went home

You started it all

 

You’ve started everything

 

I was never allowed people to come along with me to go home

But I couldn’t ignore you because you’re my friend

And we had fighting for that stupid night journey together

 

I’ve never felt lonely since the first time you went home with me

Now I’m always looking back to see if you’re there

I’d love to talk anything with you 

 

But one thing that I’m afraid to face is

If when another strange feeling grows day by day

As we talk more on our way back home

I still want you to be my friend, but—

 

“It’s a hot day, huh, even for a morning.”

“Well, it’s always now, I think?”

 

I’m just wondering if the rain comes

Are you with me waiting for the rain to stop?

And feeling something grows between us.

 

I look up at the sky and see those grey clouds

Well, maybe next time 

 Selalu senang rasanya mengetahui bahwa misi ini memang memberikan manfaat bagi segelintir orang, dan Erlin adalah salah satu orang yang merasakan manfaat tersebut. Mudah-mudahan, berawal dari administrator blog untuk angkatan sastra Inggris,  akan muncul kesuksesan-kesuksesan lainnya. Semangat!

                visit: http://acoffeelover.blogspot.com/

 

← Older entries Page 1 of 4